ULASANKU

 



Judul Buku           : Totto-chan, The Little Girl At The Window        

Penulis                   : Tetsuko Kuroyanagi     

Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman   : 272 halaman

 

                   Buku Totto-chan Gadis Cilik di Jendela ini memang bukan terbilang buku baru. Tapi jika di titik isinya, buku ini tidak mengenal kata out of date. Tetsuko  kuroyanagi pengarangya, sangat piawai dalam mengemas kisah pengalaman hidupnya menjadi sebuah cerita yang lucu dan sangat bermakna.

 

                Novel ini menceritakan tentang di mulai dari kebijaksanaan sang Ibu untuk tidak memberi tahu anaknya yang saat itu masih duduk di sekolah dasar kelas 1 bahwa ia telah di keluarkan. Dan melalui sosok kepala sekolah  kita dapat belajar tentang bagaimana berani untuk bertindak  berbeda sesuai dengan keyakinan dan prinsip hidup masing-masing. Bagaimana beliau sebagai kepala sekolah mendekatkan diri dengan para anak muridnya melalui perhatian yang benar-benar  tulus dari dalam hati. Juga tentang bagaimana untuk bersikap selalu tegar dalam situasi apa pun, termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan yang menurut kita sendiri adalah kegagalan terbesar dalam hidup.

 

                Kisahnya dimulai dari gadis cilik yang harus di keluarkan dari sekolahnya di usia 7 tahun. Guru-guru di sekolah menganggap Totto-chan nakal. Padahal gadis cilik periang itu hanya memiliki keingin tahuan yang besar tentang sesuatu dan dipandang aneh jika dibandingkan dengan teman-temanya. Totto-chan pun dikeluarkan dari sekolah dengan alasan selalu membuat keributan di kelas. Mulai dari masalah laci, Totto-chan yang selalu membuka ratusan kali dan ditutup dengan cara dibanting hingga memanggil para pemusik jalanan yang langsung membuat para murid ribut dan bahkan berdiri berjam-jam di depan jendela untuk berbicara dengan burung walet yang bertengga di pohon samping kelasnya.

 

Akhirnya mama tak bisa berbuat apa-apa selain menyekolahkan anaknya ke sekolah lain. Sekolah yang bisa memahami dan mengajari putrinya menyesuaikan diri dengan orang lain. Setelah mencari kemana-mana akhirnya Mama menemukan sekolah yang pantas untuk purtinya. Mama tidak bilang kepada Totto-chan bahwa dia dikeluarkan dari sekolah karena Mama tidak ingin putrinya menderita tekanan batin, jadi diputuskannya untuk tidak memberi tahu Totto-chan sampai dewasa kelak. Dan ia pun mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe Gakuen.

 

 

Totto-chan senang sekali, di sekolah itu para murid belajar di dalam gerbong kereta sebagai pengganti ruang kelas. Ia bisa belajar sambil melihat ke halaman sekolah dan merasa sedang melakukan perjalanan naik kereta. Sekolah yang berlambang dua simbol kuno berbentuk koma yang berwarna hitam dan putih ini di kepalai oleh Sosaku kobayashi memang lain dari sekolah yang lain. Di sekolah Tomoe para murid bebas memilih urutan pelajaran yang mereka sukai. Kepala sekolah juga menetapkan makan siang dengan membawa  “ sesuatu dari laut dan sesuatu dari pegunungan“. Dan  sebelum makan siang, kepala sekolah mengucapakan kata “ Itadakimasu “ yang artinya selamat makan. Dan biasanya setelah makan siang Totto-chan dan teman-temanya berjalan-jalan kemudian, ketika mereka melewati kebun bunga, guru akan menceritakan kepada mereka bagaimana bunga sesawi bisa bermekaran. Karena sekolah itu begitu unik Totto-chan sangat senang dan amat menyukai sekolah itu, hingga dia memutuskan untuk datang ke sekolah setiap hari dan takkan pernah berlibur.

 

Hari demi hari dilewati Totto-chan dengan kegembiraan dan peristiwa yang tak terduga. Sampai-sampai, ia dan teman-temannya yang lain tak menyadari bahwa perang pasifik sudah pecah. Sampai kemudian, perang dan segala kengerianya telah mulai terasa di kehidupan  Totto-chan dan keluarganya. Setiap hari, para pria dan pemuda di sekitar tempat tinggalnya dikirim pergi untuk berperang. Hingga beberapa hari kemudian, Tomoe terbakar!!

 

Semuanya terjadi pada malam hari. Banyak bom yang dijatuhkan pesawat B29 menimpa gerbong-gerbong kelas. Sekolah Tomoe sudah tak ada. Api berkobar menghancurkan semuanya. Totto-chan tak pernah tahu bagaimana perasaan kepala sekolah saat melihatnya, tapi yang ia tahu hatinya merasa sesak saat tahu keinginanya untuk menjadi guru di Tomoe telah hancur. Serta dia ingat kata-kata perpisahan yang diucapkan kepala sekolah “ kita akan bertemu lagi “ dan kata-kata yang selalu diucapakan kepadanya, “kau itu anak yang benar-benar baik, kau tahu itu, kan?”. Sambil merasa yakin akhirnya Totto-chan tertidur. Kereta merayap dalam gelap, membawa para penumpang yang diliputi kecemasan

 

                Novel ini sangat menarik untuk di baca karena mengangkat kisah hidup yang nyata, deskripsi penulis begitu lengkap dan membuat kita seakan-akan turut berada dalam cerita tersebut. Selain itu di selingi dengan ilustrasi yang lucu sehingga kita tidak mudah bosan saat membacanya. Novel ini diciptakan tidak hanya untuk memberikan hiburan semata tetapi juga menambah wawasan kita. 

 

                Dari banyaknya kelebihan yang ada, novel ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah terdapat kata-kata yang sulit di mengerti sehingga kita perlu bantuan kamus untuk menikmati membaca novel ini.               

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Menjadi Peer Counselour

Laporan Hasil Observasi

Praktikum Asam dan Basa...