Ledakan Populasi Tikus
Assalamualaikum
semuannya..😁🙏
Hai semua!!! Apa
kabar? Semoga sehat selalu dan selalu bahagia. Di blog kali ini aku ingin
memberi tahu kalian semua mengenai ledakan populasi yang terjadi di sekitar
lingkunganku dan bagaiamn solusinnya untuk mengurangi ledakan populasi tersebut.
Sebelum itu aku mau tanya, apakah sudah pada tahu apa itu “Ledakan Populasi Hewan”?
Jika ada yang belum aku kasih tahu nih apa itu “Ledakan Populasi Hewan” .
Ledakan populasi hewan adalah kondisi
terlalu banyak suatu hewan di bumi sehingga sumber daya yang ada tidak cukup
untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Nah setelah tahu
apa itu “Ledakan Populasi Hewan”, saatnnya aku memberi tahu kalian semua
mengenai ledakan populasi hewan yang terjadi di sekitar lingkunganku.
Ledakan Populasi hewan yang terjadi di
sekitar lingkunganku adalah ledakan populasi tikus. Tikus banyak di temui di luar
rumah maupun di dalam rumah. Terjadinnya Ledakan populasi tikus di karenakan
terdapat barang barang yang banyak, lingkungan yang tidak terlalu bersih dan
perubahan Iklim. Para ilmuwan telah memperkirakan kenaikan suhu secara global
sebesar 2 derajat Celcius pada akhir abad ini. Peningkatan suhu memberikan
kondisi perkembangan biak paling subur bagi tikus. Populasi tikus yang meningkat
menyebabkan banyak permasalahan.
Tikus
memiliki masa kehamilan yang sangat cepat, hanya 14 hari saja. Tikus juga hanya
membutuhkan waktu satu bulan setelah dilahirkan untuk bereproduksi. Satu ekor
tikus hamil, dapat melahirkan 15 ribu hingga 18 ribu ekor tikus dalam waktu
kurang dari satu tahun.Tak heran jika populasi tikus semakin banyak. Pasalnya,
tikus terkenal dengan kemampuannya untuk menularkan berbagai penyakit seperti
pes, sampar, leptospirosis, diare, demam, dan keracunan makanan. Bahkan, kuman
penyakit di kotoran tikus yang mengering mampu menyebar dan menempel di makanan
rumah. Semua penyakit itu bisa berdampak pada kematian.
Tikus menjadi hama yang meresahkan bagi para
petani. Beragam cara dilakukan untuk menghalau serangan hama tikus ini, namun
tak banyak upaya ini berhasil menyingkirkan hewan pengerat ini. Obat kimia akan
berdampak ke tanaman, muncul cara alama yang lebih efektif. Mengendalikan hama
tikus yang efektif, ramah lingkungan dan berdampak jangka panjang bisa
dilakukan dengan cara alami. Cara itu dengan pemasangan trap barrier system
(TBS) dan pemanfaatan burung hantu dengan di buatkan rumah burung hantu.
Ledakan Populasi tikus adalah bukti nyata bahwa hewan pemangsa tikus
telah berada pada posisi langka, contohnnya hewan ular dan burung hantu yang
semakin sulit di temukan di area lahan pertanian. Kelangkaan musuh alami tikus
tersebut di sebabkan oleh kebiasaan perilaku manusia yang gemar atau iseng
membunuh dan memburu ular dan burung hantu tersebut untuk di jadikan peliharaan
atau bahkan makanan (Obat kuat).
Cara untuk
mengatasi mengurangi Ledakan Populasi Tikus
1.
Membersihkan
linkungan yang terdapat ledakan populasi tikus
2.
Merapikan
barang barang
3.
Mendatangkan
hewan pemangsa tikus ya itu ular dan burung hantu
4.
Tidak
memburu ular dan burung hantu agar mereka memakan tikus
5.
Melepaskan
ular dan burung hantu agar mereka memakan tikus
6.
Pemasangan
trap barrier system (TBS) dan pemanfaatan Burung hantu dengan di buatkan rumah
burung hantu.
Itu saja solusi yang aku tahu untuk mengurangi Ledakan Populasi Tikus.
Cukup sekian, kurang lebihnnya mohon maaf, semoga apa yang saya sampaikan
di atas bermanfaat, jangan lupa untuk membaca informasi atau cerita – cerita lainnya
yang ada di Blogku....
# Aisyah
Wassalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh 😁
~ Terimakasih🙏 ~

Comments
Post a Comment