Katak dan Sapi Mungil

 

   Pada suatu hari, di pertanian hiduplah seekor sapi mungil. Sapi mungil selalu merasa sedih karena tubuhnnya kecil, tidak seperti sapi -sapi lainnya. Sapi mungil selalu mengeluh kepada si anjing (sahabatnya). Si anjing juga memiliki tubuh yang kecil, namun ia tetap bersyukur dan menerima apa adannya.

 

Di dekat pertanian terdapat danau, hiduplah seekor katak yang sangat sombong. Katak suka sekali memamerkan dirinnya kepada teman temannya, tubuhnnya sangat besar di bandingkan dengan katak – katak lainnya. Karena katak memiliki tubuh yang sangat besar, katak ingin sekali menjadi raja. Karena katak – katak lain tidak ingin si katak sombong itu menjadi raja, mereka ingin memberi pelajaran kepada si katak somobong, tetapi mereka tidak tahu bagaimana caranya memberi pelajaran kepada si katak sombong tersebut.

 

 Lalu katak – katak kecuali si katak sombong berenang ke tepi danau. Katak – katak melihat si sapi mungil makan rumput di pinggir danau, katak – katak itu belum pernah melihat hewan sebesar itu. Saat itu mereka mendapatkan ide.


 Katak – katak menceritakan kondisinnya kepada si sapi mungil. Keesokan harinnya katak – katak menemui si katak sombong, katak -katak bercerita bahwa ada hewan besar di pinggir danau. Lalu katak – katak itu mengajak si katak sombong untuk pergi ke tepi danau bertemu sapi mungil. Sesampainnya di tepi danau, si katak sombong kaget melihat sapi mungil.  Di situ si sapi mungil merasa dirinnya sangat besar dan berharga.

 

 Si katak sombong berusaha menggembungkan tubuhnnya menjadi sebesar si sapi mungil, tetapi tidak bisa walaupun si katak sombong sudah berusaha berkali – kali, sampai sampai ia terbang seperti balon dan di tertawakan oleh teman temannya.

 

Setelah melihat apa yang terjadi, sapi mungil tidak pernah mengeluh lagi, ia menerima dirinnya apa adannya.


Tokoh: Sapi,katak,Anjing

Watak: Katak--> Antagonis ( sombong )

            Sapi--> Suka mengeluh dan iri kepada teman - temannya

Tempat: Pertanian dan tepi danau

Pesan: Jangan suka sombong dan jangan pernah iri kepada satu sama lain


                                          ~ Terimakasih ~

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Menjadi Peer Counselour

Laporan Hasil Observasi

Praktikum Asam dan Basa...